Bencana banjir yg melanda negeri minang memberik an rasa duka bagi kita bersama. Mari kita berikan doa bagi sanak saudara kita yg diberi cobaan bencana yg meninggal kita do’a kan semoga diberikan tempat disisi Nya
Kejadian ini kita jadikan pembelajaran untuk masa depan ranah Minang yg indah
Saya putra asli Minang dengan suku Caniago lahir di Kerinci tapi melewatkan masa kecil di negeri Bonjol yg tidak saya lupakan diusia senja ini. Saya biasa melewatkan masa kecil di sungai yg jernih dan bersih curahan dari gunung dan bukit. Dulu alamnya sangat indah hoby saya naik bukit cari buah durian
Tapi sekarang alam Minang sering ditimpa bencana alam
Sumatera adalah daerah yg dilewati rantai gunung api atau ring of fire. Saya pernah menulis di majalah isafety edisi 2019 mengingatkan kita akan negeri rawan bencana. Kita sering melupakan kerawanan kampung kita sehingga seharus nya alam kita jaga bersama. Allah sudah mengingatkan bahwa apapun bencana yg menimpa manusia adalah perbuatan tangannya sendiri.Surat Asy-Syura ayat 30 dalam Al-Qur’an, yang menyatakan bahwa “Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri”. Allah juga mengingatkan dalam Surat Ar-Rum ayat 41, yang menyatakan bahwa kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan manusia agar mereka merasakan sebagian akibat perbuatannya dan kembali ke jalan yang benar. Kemudian di Al-A’raf (7:56) “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya Kita merusak alam menebang hutan tanpa kendali. Melakukan penambangan dan merusak keseimbangan alam . Dalam ilmu k3 kita mengenal istilah mitigasi bencana dengan melakukan upaya pencegahan. Pemerintah juga mengeluarkan UU No 7 tahun 2024 Tentang Bencana dimana mensyaratkan agar setiap kegiatan dilengkapi dengan Analisa Risiko Bencana, Kita diingatkan bahwa dunia global juga berubah diseluruh bumi. Maka PBB mengeluarkan kesepakatan global yg dikenal dengan Sustainable development Goal SDG yg mengajak seluruh dunia mewaspadai dampak global akibat perbuatan manusia mencemarkan lingkungan sehingga timbul berbagai dampak seperti perubahan iklim pemanasan global dll. Bahaya ini sudah diingatkan para ahli sejak puluhan tahun yang lalu dengan isu global trend (ref Buku Soehatman Ramli Global Trend in Safety 2020)
Ini perlu diingat oleh anak muda genzet untuk waspada bahwa ancaman bisa terjadi setiap saat. Tidak lagi seperti generasi saya dengan alam yang masih natural negeri Minang yang indah dengan sungai yang jernih, hutan yang rimbun dan satwa yang masih beragam
Mari kita jaga alam kita dengan menerapkan keselamatan lingkungan